Pengusaha Rental Mobil Tak Gentar Hadapi Pembatasan Premium

Pengusaha Rental Mobil Tak Gentar Hadapi Pembatasan Premium

- detikFinance
Jumat, 07 Jan 2011 13:03 WIB
Jakarta - Para pengusaha rental mobil tak gentar menghadapi kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi pada April 2011. Omzet bisnis rental mobil tak bakal runtuh akibat kebijakan tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia (Asperindo) mengatakan, omzet bisnis rental mobil hanya bakal turun 2 hingga 3 bulan setelah kebijakan pembatasan BBM bersubsidi ini dilaksanakan.

"Omset rental mobil tidak akan terlalu banyak turun dengan dihentikannya BBM bersubsidi. Mungkin turun hanya 2-3 bulan awal sebagai bentuk penyesuaian diri. Untuk selanjutnya akan kembali normal," ungkap Pongki Pamungkas kepada detikFinance, Jumat (7/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pongki menambahkan, bisnis rental mobil tak akan mati karena merupakan kebutuhan masyarakat terhadap bisnis jasa sewa mobil ini cukup tinggi.

Disinggung mengenai upaya untuk mengganti pelat mobil rental dari pelat hitam menjadi pelat kuning, Pongki mengatakan hal tersebut tidak mudah dilakukan karena setiap daerah mempunyai regulasi yang berbeda-beda. Selain itu, ada dampak psikologis yang ditimbulkan jika diganti menjadi pelat kuning.

"Pasar utama rental mobil adalah perusahaan-perusahaan besar yang menyewakan mobil untuk kendaraan operasional, bahkan untuk kendaraan manajer mereka. Kalau diganti jadi plate kuning, akan dampak psikologisnya. Pride (gengsi) orang Indonesia kan tinggi. Masak sekelas manajer pakai plat kuning," imbuhnya.
Β 
Mengenai pembatasan BBM bersubsidi tersebut, Pongki tidak mengajukan keberatan selama hal tersebut memang untuk mengurangi beban negara.

"Bagi kami tidak terlalu masalah karena demi kebaikan bersama. Namun, yang perlu diperhatikan adalah adanya disparitas harga yang dikhawatirkan akan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu," pungkasnya.
(nin/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads