Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia bahwa meski perekonomian Indonesia sudah kuat namun dampak dari krisis ekonomi global masih menghantui, sehingga kita semua harus tetap waspada.
Hal itu dikatakannya dalam pidato di Rapat Kerja Tentang Pelaksanaan Program Pembangunan Tahun 2011 di JCC, Jakarta, Senin (10/1/2010).
"Dunia saat ini belum pulih dari krisis meski situasi ekonomi kita lebih baik. Di Eropa masih terkena krisis finansial lanjutan dari krisis tahun 2008-2009 dampaknya belum bisa dihilangkan. Kondisi itu akan mempengaruhi peluang pertumbuhan ekonomi di negara kita," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekspor pasti akan susah ke negara-negara yang ekonominya belum pulih, kalau ekspor turun maka akan mempengaruhi industri, tenaga kerja dan lain-lain," ujarnya.
Ia menambahkan, kita juga harus mewaspadai peluang melemahnya investasi asing di dalam negeri akibat krisis yang belum pulih. Negara-negara yang masih terkena imbas tentunya akan memperkuat investasi di dalam negeri sebelum akhirnya menempatkan dana di negara lain.
"Investasi juga bisa terkendala, bagaimana negara lain bisa berinvestasi kalau negaranya sendiri masih bermasalah. Kita ini belum aman benar dari sisi ekonomi global," ujarnya.
(ang/dnl)











































