Posisi Emirsyah Satar sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia masih aman. Pemerintah menyatakan akan mempertahankan jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) aviasi tersebut.
"Sampai sekarang saya tidak melihat adanya urgensi pengantian manajemen Garuda, kita perkuat dulu manajemennya," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar usai Rapat Kerja Tentang Pelaksanaan Program Pembangunan Tahun 2011 di JCC, Jakarta, Senin (10/1/2010).
Ia mengatakan, perombakan direksi yang akan dilakukan pemerintah terhadap perusahaan pelat merah itu adalah mengisi kekosongan kursi direksi yang sudah ditingalkan pejabat sebelumnya. Ia menjamin perombakan ini tidak akan menggangu rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) Garuda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kementerian BUMN sudah mengevaluasi jajaran direksi Garuda terkait pergantian direksi BUMN penerbangan tersebut. Mustafa mengatakan pihaknya masih belum memutuskan pengganti direksi Garuda.
Salah satu alasan adanya pergantian adalah untuk mengisi kekosongan posisi Direktur Keuangan yang saat ini dijabat oleh Elisa Lumbantoruan sebagai pelaksana tugas sementara setelah posisinya ditinggalkan Edi Porwanto.
Mustafa mengatakan, perombakan direksi ini akan dilakukan setelah Garuda masuk lantai bursa. Sehingga proses penggantiannya tidak akan mengganggu aksi korporasi tersebut.
Garuda berniat masuk di lantai bursa akan dilaksanakan pada 11 Februari 2011. BUMN Aviasi ini juga siap menggelar roadshow pada 17-28 Januari 2011.
Garuda akan melepas saham ke publik sebanyak 30%, termasuk 10% milik Bank Mandiri, yang akan siap langsung dilepas saat listing. Target dana yang bisa diperoleh dari penjualan 40% saham ke publik itu sekitar berkisar Rp 4-5 triliun. (ang/dnl)











































