Rencana pembangunan tol Srangan-Tanjung Benoa Bali secara tak langsung bakal dipercepat karena akan dipakai untuk acara APEC Summit 2013 di Bali. Hal ini mengulang kembali pembangunan tol Cipularang yang akhirnya dikebut pengerjaanya karena akan dipakai untuk acara Peringatan 50 Tahun KTT Asia-Afrika.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pembangunan tol itu juga sebagai jawaban kemacetan yang ada di daerah Bali, khususnya yang menuju dari ke arah airport Ngurah Rai.
"Kesiapan kita tidak hanya dalam APEC Summit tetapi juga kondisi real di Bali kondisi sangat macet, terutama menuju dan keluar airport, akan mengganggu turis dan minat ke bali," kata Hatta di kantornya, Selasa (11/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan Jalan tol Srangan-Tanjung Benoa di Bali akan dibangun sepanjang 11,5 km. Ruas tol ini dibangun melalui konsorsium 4 BUMN antaralain Jasa Marga, Pelindo III, Angkasa Pura I dan Bali Tourism Develpoptment Corporation (BTDC).
Rencananya seluruh proyek itu akan menggunakan dana BUMN yang menelan Rp 1,4-1,6 triliun. Ruas tol ini ditargetkan rampung sebelum APEC Summit pada pertengahan 2013.
Tol Srangan-Tanjung Benoa merupakan satu-satunya dan jalan tol yang pertama akan dibangun di Bali. Jalan tol itu akan melewati selat Badung, perairan yang menjadi alur lalu lintas keluar-masuknya kapal-kapal dari dan ke Pelabuhan Benoa.
Pada awalnya pembangunan jalan tol yang akan didanai oleh investor Korea itu, menghadapi sejumlah kendala, termasuk pembebasan lahan di daratan Pulau Serangan yang menjadi milik PT Bali Turtle Island Development (BTID).
(hen/ang)











































