"Semester kedua tim interdept akan melakukan pra kualifikasi dalam rangka tender," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam acara kunjungan kerja ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (11/1/2011).
Bambang menuturkan dari total proyek yang mencapai Rp 10 triliun, sebanyak Rp 3,2 triliun disiapkan oleh pemerintah, untuk dana pembebasan lahan sebesar Rp 1,5 triliun dan Rp 1,7 triliun untuk konstruksi elevated (layang). Sementara sisanya akan diperoleh dari dukungan investor swasta, yang peminatnya antara lain Jepang, China dan investor lokal PT Raillink Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan jalur pertama pengembangan kereta api bandara ini meliputi jalur Manggarai, Angke, Pluit, dan Bandara Soekarno Hatta. Sementara untuk jalur kedua melalui Tangerang, sampai saat ini studinya belum detil,
Bambang menambahkan jalur kereta bandara ini akan dibangun dua jalur (double track) dengan sistem melayang (elevated). Selain itu, jalur kereta ini hanya untuk dedikasikan dari ke Bandara Soekarno Hatta saja.
"Kepentingan dari proyek ini untuk ekonomi perkotaan," jelas Bambang,
Menurutnya dengan dibangunnya kereta api bandara maka segala macam inefisiensi akan dipangkas seperti pemborosan BBM karena kemacetan lalu lintas, menghemat waktu tempuh dari ke bandara. Selain itu, diharapkan proyek ini bisa memberikan tingkat pengembalian investasi bagi investor yang menggarap proyek.
(hen/dnl)











































