Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rasasa yang ditemui setelah membuka acara Workshop Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2KN) dalam Rangka Menghadapi Dampak Perubahan Iklim Tahun 2011 pada Selasa malam (11/1/2011) di Kementerian Pertanian, Jakarta.
"Pada panen raya (Januari-April), produksi gabah kita adalah 30,9 juta ton gabah kering giling. Diharapkan Bulog bisa membeli secara efektif dari petani pada saat panen itu. Hingga akhir Mei, Bulog harus menyerap 2,5 juta ton beras," ungkap Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2011 ini belum tentu ada barangnya (beras) kalau kita mau impor karena semua negara akan mengurangi untuk mengekspor beras. Hal ini berkaitan dengan kondisi iklim yang ekstrim, jadi lebih mementingkan pengadaan pangan dalam negeri sendiri," imbuhnya.
Ia juga menambahkan bahwa dengan pertumbuhan produksi tahun ini 5%, maka Indonesia tidak perlu lagi untuk mengimpor beras.
"Kalau Vietnam dan Thailand akan mengurangi ekspor, tentu saja kita tidak masalah karena kita sesuai terget. Akan dilakukan upaya-upaya penyelamatan agar tidak mengganggu produksi. Dengan target produksi 5%, kalau itu tercapai, saya rasa kita tidak perlu impor karena bisa dipenuhi dari dalam negeri," imbuhnya.
Dengan dilangsungkannya acara workshop ini, maka diharapkan akan memantapkan rencana penyiapan produksi padi untuk memenuhi kebutuhan pengadaan beras atau gabah pada tahun 2010.
(nin/qom)











































