Pembeli Saham Divestasi Newmont Bisa Jadi Bukan BUMN

Pembeli Saham Divestasi Newmont Bisa Jadi Bukan BUMN

Ramdhania El Hida - detikFinance
Rabu, 12 Jan 2011 16:20 WIB
Pembeli Saham Divestasi Newmont Bisa Jadi Bukan BUMN
Jakarta - Pembeli sisa saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sebanyak 7% bisa jadi bukan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Belum tentu BUMN. Jadi bisa dalam bentuk apakah itu pemerintah pusat ataukah dalam bentuk lain,” ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidi Raya, Jakarta, Rabu (12/1/2011).

Sampai saat ini, Agus belum menentukan pihak yang akan ditugaskan membeli saham tersebut yang jelas sebelum waktu yang ditentukan yaitu 3 bulan, sudah ada perusahaan yang ditetapkan pemerintah sebagai pembeli saham tersebut. Namun, secara pendanaan, Agus merasa sudah telah siap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Newmont itu kita masih ada waktu 3 bulan untuk merespon. Kita sampaikan pada saat lalu kan, pemerintah berminat. Kemudian pemerintah itu berminat karena memang industrinya termasuk industri yang strategis, industri yang punya prospek yang baik. Kita ingin supaya tata kelolanya, standar operasionalnya terus baik, kita ingin bahwa institusi ini bisa menjadi public company. Tapi pemerintah belum menjawab bagaimana bentuknya,” tegasnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan pemerintah daerah ikut mengambil saham tersebut, Agus Marto mengaku belum mempelajari rencana tersebut.

“Oh, kalau di daerah kemarin ini kan sudah 24%. Kali ini kita masih akan pelajari dulu. Kita belum finalisasi," tegasnya.

Sebelumnya, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) siap membeli sisa saham divestasi Newmont sebesar 7%.

Kepala PIP Soritaon Siregar menyatakan Agus telah menawarkan pembelian saham tersebut kepada pihaknya pada 2 minggu lalu.

"Pak Menteri mengatakan kepada kita untuk mempersiapkan diri mengambil yang 7% itu. Perintah yang disampaikan itu masih lisan, belum tertulis," ujar Soritaon beberapa waktu lalu.

Soritaon menyatakan pihaknya sudah siap dari segi pembiayaan pembelian saham tersebut. Dia menegaskan dananya berasal sepenuhnya dari kas PIP. Saat ini, sisa modal PIP sekitar Rp 4 triliun dari modal awal pemerintah untuk instansi ini pada tahun 2010 sebesar Rp 5,5 triliun yang baru tersalurkan hingga akhir tahun sebesar Rp 1,5 triliun.

Berdasarkan data dari Ditjen Kekayaan Negara 7% saham divestasi Newmont senilai USD 271,6 juta. Soritaon menyatakan nilai tersebut belum berarti mutlak. Pihaknya akan melakukan negosiasi lagi dengan pihak Newmont.

Jadwal divestasi 31 persen saham NNT sesuai kontrak karya adalah tiga persen Maret 2006, tujuh persen Maret 2007, tujuh persen Maret 2008, tujuh persen Maret 2009, dan tujuh persen Maret 2010. PT Multi Daerah Bersaing (MDB) sudah menguasai 24 persen saham divestasi dan berniat memiliki tujuh persen divestasi 2010 sisanya.

MDB merupakan perusahaan patungan PT Daerah Maju Bersama (DMB) dengan PT Multicapital, yang merupakan anak usaha Grup Bakrie. Sementara, DMB merupakan BUMD milik tiga pemda, yakni Pemda Sumbawa, Pemda Sumbawa Barat, dan Pemda NTB.

(nia/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads