Demikian disampaikan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar di Hotel Rotz Calton, SCBD, Jakarta, Rabu (12/1/2011).
"Citilink belum besar, tapi menikmati segmen LCC. Citilink rencananya akan menjadi 25 armada," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Citilink akan menjadi game-charger di kelas LCC, mensegmentasi pasar dan menegaskan Garuda sebagai pemain di kelas premium," katanya.
Citilink berfokus pada peningkatan kapasitas kursi frekuensi penggunaan pesawat, dan biaya distribusi rendah. Serta fokus di rute dengan radius 2 jam baik domestik dan internasional.
Pemenuhan 10 armada tidak lain untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 1/2009 tentang Penerbangan. Pasalnya, dalam ketentuan tersebut, mulai 2012 seluruh angkutan udara berjadwal harus mengoperasikan minimal sepuluh pesawat.
(wep/qom)











































