Konsumen Bingung Soal Refund Mandala

Konsumen Bingung Soal Refund Mandala

- detikFinance
Kamis, 13 Jan 2011 10:58 WIB
Konsumen Bingung Soal Refund Mandala
Jakarta - Maskapai penerbangan swasta, Mandala Airlines resmi menghentikan operasionalnya terhitung Kamis (13/1/2011) hari ini. Namun proses refund bagi pemegang tiket Mandala masih membuat bingung para calon penumpangnya.

""Dari sejak pagi tadi hingga saat ini layanan call center Mandala Airlines sangat susah dihubungi (line sibu). Adakah saluran telpon lain yang bisa saya hubungi untuk mengetahui proses refund dan informasi lain?" ujar Supriyadi, calon penumpang Mandala dalam surat elektroniknya kepada detikFinance.

Pembaca detikFinance lain, Tri Silvanto juga mengaku kebingungan karena sudah memegang tiket Jakarta-Yogya dan mestinya terbang pada Jumat, 14 Januari 2011. Ia mengaku masih bisa mencari alternatif transportasi lain, namun yang ia sayangkan adalah pengumuman dari Mandala yang begitu mendadak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang saya sayangkan informasi mengenai pembatalan Mandala ini masih terbatas, bahkan di website Mandala sendiri hingga pagi ini belum ada penjelasan apapun. Hendaknya Mandala memberikan keterangan resmi di website-nya sehingga calon penumpang mendapatkan informasi yang jelas mengenai refund," jelas Tri Silvanto.

Pihak Mandala berjanji memberikan refund yang fair kepada para pemegang tiketnya. Berdasarkan situs Mandala Airlines, para calon pemumpang yang refund disarankan untuk menghubungi pusat layanan atau melalui email di cust.feedback@mandalaair.com. Call Center Mandala Airlines adalah di nomor 0804-1234567 atau (021)56997000 dan untuk wilayah di luar Indonesia adalah (021)56997000. Sayangnya, ketika nomor tersebut dihubungi, nada sibuk dan sulit sekali untuk masuk.

Kantor pusat Mandala Airlines di kawasan Tomang, Jakarta pun hingga siang ini masih dipenuhi oleh para agen dan penumpang yang hendak refund. Tempat layanan tampak diantre, dan pihak Mandala menjanjikan akan membereskan refund dalam 2-3 hari.

Seperti diketahui, Mandala akan menghentikan sementara penerbangannya mulai Kamis, 13 Januari 2011. Kabar tutupnya Mandala Airlines ini memang cukup mengejutkan mengingat sebelumnya telah mengumumkan berbagai rencana yang cukup mengesankan.

Pada pertengahan 2010 lalu Mandala Airlines merambah rute penerbangan internasional dengan membuka rute Jakarta-Singapura dan Balikpapan-Singapura pulang pergi. Untuk melayani peningkatan penumpang, Mandala segera memperkuat armadanya dengan 25 pesawat baru dari Airbus.

Mandala Airlines juga telah mengumumkan rencana pengajuan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Langkah ini diambil manajemen Mandala agar mereka dapat merestrukturisasi bisnis dan mengembalikan keuntungan maskapai tersebut.

"Ini merupakan langkah terbaik untuk menjamin keberlangsungan maskapai. Dalam beberapa bulan terakhir, Mandala Airlines mengalami kerugian bisnis dan situasi saat ini mengharuskan kami untuk melakukan restrukturisasi perusahaan sehingga dapat memberi ruang bagi masuknya investor baru," jelas Presiden Direktur Mandala Airlines, Diono Nurjadin.

Diono menjelaskan bahwa jika permohonan PKPU ini disetujui, Pengadilan Niaga akan memberikan waktu 45 hari bagi Mandala Airlines untuk menyerahkan rencana bisnis untuk restrukturisasi perusahaan.

"Kami yakin dapat menarik investor-investor baru untuk menyuntikkan dana ke maskapai; karena begitu direstrukturisasi, Mandala Airlines akan menjadi investasi yang menjanjikan. Saat ini terdapat permintaan yang besar dalam hal perjalanan udara di Indonesia dan pasar pun terbuka luas untuk maskapai penerbangan berbiaya rendah dengan posisi dan tatanan baik," imbuh Diono.

PT Mandala Airlines didirikan pada 17 April 1969 dan awalnya merupakan bagian dari badan militer Indonesia. Pada bulan April 2006, grup transportasi Indonesia, Cardig International mengakuisisi maskapai penerbangan tersebut senilai Rp 300 Miliar (US$ 34 Juta). Pada bulan Oktober 2006, Indigo Partners, sebuah perusahaan investasi mengakuisisi 49% saham Cardig. (qom/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads