"Kita ini rombongan dari perusahaan mau ada meeting di Bali hari ini pukul 10.00 WIB. Nah kita sebelumnya pesen tiket ke EO untuk 130 orang penumpang, satu pesawat kita sewa untuk penerbangan pukul 07.00 WIB tadi," kata salah satu karyawan, Nanang, di Terminal III Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Kamis (13/1/2011).
Namun pada Rabu (12/1/2011) malam, Nanang mengaku mendengar kabar tentang penutupan maskapai Mandala Air. Padahal menurutnya semua karyawan dari daerah sudah bekumpul di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, 130 karyawan perusahaan farmasi tersebut tidak bisa berangkat sama-sama karena pemberangkatan dipecah-pecah. Meskipun bisa terbang ke Bali, namun Nanang mengaku tetap kecewa.
"Saya kecewa sama Mandala. Kenapa airlines sebesar ini menyatakan pailit dalam sekejap, dan tidak ada konfirmasi kepada para penggunanya. Kita nanti pulangnya masih bingung, karena kita pesan tiket pulang pergi" sesal Nanang.
Sementara salah satu penumpang lainnya, Nana, mengaku mendapat informasi pembatalan penerbangan kemarin sore.
"Tiba-tiba kemarin sore menjelang malam saya dapat SMS tentang pemberhentian operasional pesawat Mandala mulai kemarin. Nah saya langsung kontak call center-nya tapi ternyata tidak bisa diangkat," keluh Nana.
Karena dia harus berangkat ke Balikpapan, akhirnya Nana memilih maskapai lain namun sebelum terbang dia menyempatkan diri ke loket Mandala Air untuk mengambil refund.
"Saya sempatkan ke sini untuk refund, ternyata loket malah tutup. Saya tidak akan ke Tomang hari ini karena nggak ada waktu," ujarnya.
"Saya minta Mandala jangan sebatas info melalui SMS, dengan arahan menghubungi call center. Tanpa memberitahu di mana tempat refund sebenarnya, karena kita nggak tahu kalau ternyata refund cuma di pusat di Tomang," keluh Nana.
(anw/dnl)










































