Salah seorang karyawan Agung Mas Travel, Nurul mengatakan, pihaknya memang sudah lama merasakan ketidaksehatan Mandala tersebut, dan sudah berjaga-jaga untuk menyiapkan penerbangan dengan maskapai cadangan apabila jadwal Mandala tiba-tiba bergeser.
"Kita memang sudah jaga-jaga sama pihak Mandala karena sudah dirasa tak sehat. Seringkali ada kejadian, ada jadwal yang tahu-tahu berubah dan bergeser," ujar Nurul ketika ditemui detikFinance di travel yang berlokasi di Jakarta Timur, Kamis (13/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka yang menuntut ganti rugi, biar tidak ribut kita geser ke maskapai lain dan kita tanggung dengan harga tiket yang sama. Jadi kalau harga tiket maskapai baru lebih mahal, penumpang bayar sisanya," tutur Nurul.
Nurul mengatakan, di travel tersebut pemesan tiket Mandala tak banyak. Sehari mungkin hanya 20 orang.
"Tapi saya juga heran kenapa bisa (tutup) dadakan seperti ini, harusnya kan ada pengumuman dengan selang waktu tertentu jadi biar penumpang tidak kaget seperti ini. Padahal Mandala sudah lama sekali, udah gitbeu banyak penumpang yang puas sama pelayanannya walaupun makin ke sini semakin memburuk di jadwalnya. Semoga saja nanti mereka bisa beroperasi lagilah. Sayang sudah lama perusahaan itu berdiri kalau tiba-tiba berhenti," tukas Nurul.
(dnl/qom)










































