Pemerintah Evaluasi Asumsi Harga Minyak Bulan Depan

Pemerintah Evaluasi Asumsi Harga Minyak Bulan Depan

Ramdhania El Hida - detikFinance
Kamis, 13 Jan 2011 15:11 WIB
Jakarta -

Pemerintah akan mengevaluasi asumsi harga minyak pada bulan Maret mendatang. Pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap perkembangan asumsi makro lainnya.

“Kalau asumsi kita lihat setiap tiga bulan, di akhir Maret kita lihat, di akhir Juni kita lihat,” ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (13/1/2011).

Dengan demikian, berapa pun prediksi beberapa pihak mengenai harga minyak, pemerintah tidak akan mengubah asumsi makro dalam APBN 2011 pada waktu dekat. Dalam APBN, harga minyak sepanjang tahun sebesar USD 80, sedangkan Bank Dunia memberikan prediksi harga minyak pada tahun ini bisa mencapai USD 85.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya senyum mendengar World Bank mengatakan USD 85, karena saya berkeyakinan harga minyak akan naik tapi tidak akan terlalu tinggi sekali. Saya sambut baik prediksi World Bank. Tapi sejauh ini belum ada perubahan asumsi,” tegasnya.

Mengenai lifting minyak tahun ini yang ditetapkan 970 ribu bph dalam APBN 2011, Agus masih optimis bisa mencapai target tersebut hingga akhir tahun. Meskipun, target pada tahun 2010 tidak tercapai karena adanya kebocoran pipa gas PT Trans Gas Indonesia di Riau.

Dalam APBN-P 2010, pemerintah targetkan 965 ribu bph, tetapi realisasinya hanya mencapai 954 ribu bph. Menurut Agus Marto, cara untuk mencapai target lifting minyak tersebut adalah dengan perbaikan koordinasi antar kementerian.

“Tadi kita bahas untuk tingkatkan produksi minyak. Saat itu didiskusikan bagaimana lifting minyak meningkat. Kita evaluasi 2010 lifting tak capai APBN yang direncanakan penjelasan dapat kita pahami ada pipa tertabrak kapal, pipa gas bocor tapi kita berusaha 2011 lifitng minyak tercapai. diskusi tadi semua aspek kita bicarakan. Termasuk aspek koordinasi antar kementerian lebih baik, bagaimana isu terkait UU pelayaran cabotage bisa selesai, bagaimana lahan terkait kondisi hutan, juga bagaimana koordinasi dengan Kemenkeu. Pertemuan tadi baik dan untuk capai 970 ribu,” tandasnya.

(nia/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads