Diimpor dari Thailand, Beras Bulog Jadi Lebih Mahal

Diimpor dari Thailand, Beras Bulog Jadi Lebih Mahal

- detikFinance
Sabtu, 15 Jan 2011 13:28 WIB
Diimpor dari Thailand, Beras Bulog Jadi Lebih Mahal
Jakarta - Harga beras Bulog hasil impor dari Thailand ternyata lebih mahal di pasaran. Saat ini di pasar, harga beras dari Bulog naik dari Rp 5.850 per kg menjadi Rp 6.000 per kg.

Udin, seorang pedagang beras di Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengatakan harga beras Bulog naik karena di pasar Induk Cipinang juga naik.

"Ini katanya beras impor dari Thailang. Memang teksturnya berbeda, lebih licin dan bentuknya bagus. Namun tetap saja kurang pulen atau agak keras kalau dimasak," ujar Udin kepada detikFinance, Sabtu (15/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pantauan di Pasar Minggu, selain beras Bulog, harga beras-beras lain juga naik. Tercatat beras jenis IR42 Super naik dari Rp 9.550 per kg menjadi Rp 9.600 per kg. Kemudian beras Ramos Super juga naik dari Rp 7.700 per kg menjadi Rp 7.800 per kg. Beras jenis Ramos Pulen naik dari Rp 6.600 per kg menjadi Rp 6.650 per kg.

"Harga beras naik semua karena saya ambil dari Pasar Induk Cipinang semua naik. Untuk beras Bulog meskipun rasanya tidak enak, masih ada yang mencari. Di Jakarta yang penting bentuknya beras. Saya bisa jual beras Bulog 5 sampai 10 karung per hari," tutur Udin.

Seorang pembeli beras bernama Muftar saat ditemui di pasar tersebut mengatakan, beras Bulog tetap tidak enak.

"Beras Bulog ini kan lebih banyak disimpan di gudang, jadi tidak enak. Apalagi biasanya disemprot pakai kimia," kata Muftar.

(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads