Demikian disampaikan Vice President Equity Research Credit Suisse Securities, Teddy Oetomo dalam press confrence di kantornya, Gedung Sampoerna Strategic Partner, Jalan Dr. Satrio Jakarta, Senin (17/1/2011).
"Penetrasi pasar masih tinggi di luar Jawa, karena di sana tingkat saving-nya tinggi sedangkan konsumsinya rendah. Pendapatan rata-rata mereka juga jauh lebih tinggi," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingkat konsumsi yang rendah bukan karena tingkat permintaan yang kurang. Namun lebih karena penetrasi pasar yang dilakukan pelaku industri masih sangat rendah. Ke depan dengan ekspektasi ekonomi tumbuh, dengan didorong oleh peningkatan infrastruktur, maka tingkat konsumsi masyarakat non Jawa pun akan meningkat.
"Tingkat saving (masyarakat) Jawa secara rata-rata 0,24 juta per bulan, dan non Jawa 0,52 juta per bulan. Berarti konsumsi mereka kan lebih rendah, dan belum tentu kecil, dia tidak mampu. Namun lebih ke penetrasi saja yang kurang," paparnya.
Yang menjadi sorotan lebih atas survei tersebut, yaitu sebagian besar anggaran rumah tangga di Indonesia dominan oleh pengeluaran makanan atau setara dengan 29% dari total penghasilan. Hal tersebut mencerminkan dari tingkat pendapatan abosolut yang lebih rendah di Indonesia.
"Namun demikian hasil survei menunjukkan bahwa rumah tangga-rumah tangga ini optimis seiring dengan positifnya pertumbuhan pendapatan riil hingga 12 bulan ke depan," jelas hasil servei Credit Suisse.
Tingkat pengeluaran pun mengalami tren naik. Ini menunjukkan permintaan yang relatif kuat dan berkelanjutan terhadap kebutuahn pokok. Namun ada beberapa tanda tipe konsumsi yang lebih luas berkembang, mengingat adanya dukungan dari pertumbuhan pendapatan riil yang positif.
"Kepemilikan properti dan kendaraan sangat rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain dalam survei ini. Namun rumah tangga dengan penghasilan lebih tinggi memiliki keinginan membeli yang kuat. Hampir 1/4 rumah tangga dalam survei mengatakan bahwa mereka berencana untuk membeli rumah dalam waktu 2 tahun ke depan. Hampir 1/2 dari mereka yang berpendapatan tinggi berniat untuk menggantikan kendaraan roda dua mereka," ucapnya.
Emerging Consumer Survey merupakan pertama kali di rilis, dengan membahas profil pengeluaran di 4 pasa inti Bazil, Rusia, India dan China, serta Mesir, Indonesia, serta Arab Saudi. Secara keseluruhan konsumen dalam survei ini mewakili 3 miliar dari populasi dunia yang tinggal di negara-negara dengan total GDP mereka lebih dari US$ 10 triliun.
(wep/ang)











































