Direksi Mandala Mangkir, Rapat Maskapai dengan DPR Ditunda Besok

Direksi Mandala Mangkir, Rapat Maskapai dengan DPR Ditunda Besok

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Selasa, 18 Jan 2011 14:09 WIB
Direksi Mandala Mangkir, Rapat Maskapai dengan DPR Ditunda Besok
Jakarta -

Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melanjutkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan maskapai penerbangan nasional pada Rabu (19/1/2011) besok. Salah satu alasannya karena Direksi PT Mandala Airlines tidak dapat hadir.

"Mandala tidak hadir. Kita paham juga, tapi kalau bisa datang lebih baik," ungkap Wakil Ketua Komisi V Yoseph Umarhadi usai RDP yang berlangsung sesaat, di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (18/1/2010).

Menurut agenda, komisi V DPR menggelar pertemuan dengan 7 maskapai penerbangan nasional. Mereka diantaranya, PT Indonesia Air Asia, PT Lion Mentari Airlines, PT Mandala Airlines, PT Garuda Indonesia (Persero), PT Merpati Nusantara (Persero), PT Metro Batavia dan PT Sriwijaya Air. Karena personil direksi maskapai tidak lengkap, RDP dilanjutkan besok pukul 15.00.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komisi V menyayangkan atas ketidakhadiran direksi Mandala. Padahal tujuan pertemuan tersebut adalah sharing permasalahan di industri penerbangan yang dihadapi pelaku usaha. "Dalam konteks pengawasan, pertemuan ini sudah diagendakan untuk mendengarkan dalam rangka peningkatan penerbangan," kata Yoseph.

Anggota Dewan lebih lanjut ingin mengetahui hambatan apa yang dirasakan para maskapai penerbangan, dan mengkomunikasikan hal tersebut kepada pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. "Hasil-hasilnya akan bicarakan dengan Menteri berupa dialog. Jangan sampai ada kesan, untuk mengadili. Tidak. Apa yang bisa kita bantu," tambahnya.

Bahkan, bisa saja pemasalahan yang dihadapi Mandala saat ini karena kurangnya peran pemerintah dalam konteks melindungi seluruh elemen masyarakat. "Bisa juga kan kesalahan pemerintah. Negara ini melindungi semua WNI, termasuk pengusaha. Mereka sudah berjuang untuk itu. (Pertemuan) Lebih bagaimana memberi motivasi dan dukungan jasa transportasi udara. Mereka ini pahlawan usaha pribumi, dengan mengusai penerbangan Indonesia. Jangan seperti telekomunikasi dan penyediaan BBM yang sudah dikuasai asing," ucap Yoseph.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads