Demikian disampaikan oleh Asisten Sekretaris Perusahaan Bidang Humas PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II), Hambar Wiyadi dalam siaran pers, Selasa (18/1/2011).
"Cuaca buruk tersebut sudah berlangsung sejak hari tiga hari terakhir ini, mulai dari dini hari hingga tengah hari serta flutuasi kecepatan angin yang selalu cepat berubah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memperhatikan tingkat keselematan, saat ini seluruh tug boat dan tongkang tersebut telah dipindahkan ke posisi Bouy Barat dan timur wilayah Pelabuhan Tanjung Priok untuk selanjutnya dipindah keluar di area pelabuhan, agar tidak mengganggu alur pelayaran," tutur Hambar.
Untuk itu diminta kepada seluruh pengguna jasa kepelabuhanan pada umumnya dan operator kapal pada khususnya, dalam kondisi cuaca dan gelombang laut yang tidak menentu seperti ini, operator kapal yang sedang melakukan kegiatan berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok agar behati-hati dengan menggunakan dua jangkar (vertuin) dan awak kapal harus selalu dalam keadaan siap serta selalu waspada terhadap kecepatan angin dan ombak.
"Para nahkoda diminta agar radio kapal diwajibkan selalu dalam keadaan standby di VHF channel 12 baik untuk kepentingan olah gerak kapal maupun menyiapkan tindakan dini agar tidak terjadi kecelakaan maupun kerusakan fasilitas pelabuhan," jelas Hambar.
(dnl/ang)











































