Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (19/1/2011).
"Dari 5 produk tertentu yang agaknya mencolok adalah HP dan notebook," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya ini bisa menjadi peluang bagi industri di dalam negeri untuk mengembangkan hardware maupun konten dari produk HP dan laptop lokal.
"Laptop sebagai bahan penolong, di kita hanya 20% komponen lokalnya," katanya.
Mahendra juga mengatakan dalam kasus impor HP dari China, menurutnya walaupun 'made in China' namun tidak semua produk impor asal China itu murni bermerek China.
Kondisi ini, lanjut Mahendra, justru bisa menjadi peluang agar bagaimana merek-merek HP non China bisa merakit di dalam negeri.
"Kenapa nggak ditarik (ke Indonesia), kenapa kita tak yakinkan Ericsson, Nokia," katanya.
(hen/dnl)










































