RI Tawarkan BUMN dan Perusahaan Migas 'Adopsi' 20 Pulau

RI Tawarkan BUMN dan Perusahaan Migas 'Adopsi' 20 Pulau

- detikFinance
Rabu, 19 Jan 2011 14:37 WIB
Jakarta - Pemerintah menawarkan 20 pulau di Indonesia untuk diadopsi oleh BUMN atau perusahaan migas swasta guna pemberdayaan potensi kelautan dan perikanan di pulau-pulau tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, ada beberpaa perusahaan tambang dan migas swasta yang ditawarkan pemerintah untuk mengadopsi 20 pulau. Perusahaan tersebut antara lain adalah Conoco Philips, Premier Oil Natuna Sea, Star Energy, International Nickel Indonesia (INCO), dan Medco Energy.

"Keterlibatan swasta dan BUMN untuk mendorong ekonomi lokal dapat diwujudkan lewat program CSR atau kemitraan. Salah satu yang ditawarkan adalah program adopsi pulau untuk penyediaan fasilitas sarana dan prasarana perikanan dan kelautan," tutur Fadel di kantornya, Jakarta, Rabu (19/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program ini diprioritaskan pada kegiatan pembangunan yang ramah lingkungan dan memberdayakan masyarakat pesisir di pulau-pulau kecil.

"Ada 20 pulau yang ditawarkan antara lain Pulau Lepar, Enggano, Maradapan, Maratua, Sebatik, Siantan, Pasaran, Gangga, Samatellu Pedda, dan lain-lain," jelas Fadel.

Dikatakan Fadel, sebesar 65% kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas berlangsung di wilayah perairan pesisir dan pulau-pulau kecil. Jumlah perusahaan mencapai 248 perusahaan.

Jadi diharapkan perusahaan migas tersebut bisa membantu pulau-pulau kecil di Indonesia, agar ekonominya berkembang dengan sarana dan prasarana yang lengkap untuk kehidupan ekonomi mereka.

"Program ini kita harapkan jadi gebrakan atau suatu lompatan baru dalam pemberdayaan masyarakat pesisir. Dan saat ini, mereka dihadapkan pada kondisi cuaca yang buruk, sehingga tidak bisa ke laut, dan dengan program ini mereka bisa mendapatkan pengganti tanpa harus melaut," kata Fadel.

Total investasi yang dibutuhkan untuk program tersebut jumlahnya sekitar Rp 30 triliun. Pemerintah lewat APBN hanya menyiapkan Rp 400-500 miliar.

"Kenapa kita sasar oil company (perusahaan minyak)? Karena perusahaan-perusahaan asing ini hampir semua di laut dan pesisir. Kadang-kadang mereka kerja, tapi masih banyak orang miskin di sekitarnya," ujar Fadel.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads