RI Ingin Unjuk Gigi di Forum Ekonomi Internasional

RI Ingin Unjuk Gigi di Forum Ekonomi Internasional

- detikFinance
Kamis, 20 Jan 2011 12:23 WIB
Jakarta - Pemerintah merasa bangga karena Indonesia menjadi satu-satunya negara berkembang yang mendapatkan kesempatan memberikan pidato khusus dalam acara World Economic Forum (WEF) 2011. Indonesia diwakili oleh delegasi gabungan yang diketuai Presiden SBY dan beberapa menteri serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan pimpinan BUMN.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengungkapkan WEF 2011 akan dilaksanakan di Davos, Swiss pada 26-31 Januari 2011.

"Pertemuan tahunan WEF menghadirkan 450 pemimpin pemerintahan, pimpinan dunia usaha, think thank terkemuka dan organisasi masyarakat sipil serta filantropis dan aktivis terkemuka untuk membahas isu-isu global dan pada saat yang sama mencari kerangka dan solusinya," ujar Mari dalam jumpa pers di Kantor Menteri Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (20/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mari menyampaikan, perusahaan yang mewakili delegasi Indonesia yakni Bank Mandiri, BNI, Garuda Indonesia, Bumi Resources, Lippo Grup, Smart, Indorama, Elang Mahkota Teknologi, dan Gunung Sewu. Partisipasi delegasi Indonesia di WEF, lanjut Mari, memiliki tujuan utama yang akan membawa manfaat bagi Indonesia.

"Di tingkat pemerintahan, ini merupakan kesempatan yang langka untuk menceritakan transformasi Indonesia dan kepentingan Indonesia di tingkat global dan regional sebagai Ketua dari ASEAN dan anggota negara G-20. Ada 5 kepala negara yang memberikan spesial address (pidato) antara lain Jerman, Indonesia, Perancis, dan Inggris. Ini merupakan pertama kalinya bagi Indonesia dan satu-satunya negara berkembang yang menyampaikan special address," paparnya.

Mari juga menyampaikan tiga tujuan utama bagi Indonesia dalam WEF 2011. Pertama, Indonesia akan pro aktif dalam menyampaikan perkembangan perjalanan pembangunan nasional kepada masyarakat Internasional.

"Indonesia telah menjalankan proses transformasi yang signifikan sejak krisis tahun 1997. WEF tahun ini berlangsung saat krisis sedang melanda zona mata uang euro. WEF memberikan kesempatan bagi kita untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi perubahan yang terjadi dan realitas yang baru pasca krisis," kata Mari.

Kedua, lanjut Mari, kehadiran delegasi Indonesia bertujuan secara proaktif untuk meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dengan delegasi negara lain dan komunitas bisnis Internasional. "Ketiga kami juga berencana untuk menarik lebih banyak minat di bidang perdagangan dan investasi di Indonesia," tambahnya.

WEF diselenggarakan setiap tahun oleh suatu organisasi nirlaba yang berbasis di Jenewa dan bertujuan untuk memperbaiki keadaan dunia.

Sebagai suatu forum internasional independen, WEF melibatkan pelaku usaha, pemimpin politik, akademisi dan pemimpin masyarakat untuk menyusun agenda global, regional, dan industri.

WEF digagas pada 1971 di mana pemimpin bisnis Eropa berkumpul di bawah naungan Komisi Eropa dan asosiasi industri Eropa.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads