Demikian disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (20/1/20110).
"Kira-kira 0,5% plus minus. Kalau sampai angka itu (0,5%) lumayanlah," ujar Rusman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena bahan baku lebih murah dengan penghapusan bea masuk tersebut," jelas Rusman.
Dikatakan Rusman, penghapusan bea masuk tersebut bukan untuk membuka kemudahan masuknya produk impor sehingga berkompetisi dengan produk di dalam negeri.
"Pembebasan bea masuk ini untuk mencukupi kebutuhan pangan yang ada," kata Rusman.
Rusman mencontohkan, kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah bukan untuk melepas dan dijual ke pasar umum, tapi untuk jadi cadangan beras Bulog.
"Jadi bukan sembarang impor tapi diserahkan kepada Bulog sebagai stabilitator harga," tukas Rusman.
(hen/dnl)











































