“Orang boleh saja bilang (banyak yang bermewahan) tetapi yang susah banyak,” kata Tjiptardjo saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (21/1/2011).
Menurut Tjiptardjo, pegawai pajak yang hidup bermewahan mungkin saja disebabkan keluarganya yang sudah kaya atau karena sudah lama kerja di Ditjen Pajak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tjiptardjo menegaskan orang seperti Gayus, yang patut dicurigai, yaitu pegawai pajak yang baru di Ditjen Pajak dengan latar belakang keluarga sederhana, tiba-tiba bisa memiliki kekayaan hingga miliaran rupiah.
“Tapi coba nanti lihat yang susah banyak, hanya beberapa orang yang kayak Gayus, kita perangin saja,” pungkasnya.
(nia/hen)











































