Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan usai di kantornya Jalan Gatot Subroto Jakarta, Minggu (23/1/2011).
"Korea selatan saat ini di luar top 5, ada di posisi 9 dengan nilai investasi US$ 328 juta. Ke depan prospeknya cukup besar. Posco bisa Rp 60 triliun, Hankook sekitar US$ 1,1-1,2 miliar. Bisa mencapai US$ 10 miliar dalam 3-4 tahun," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gita menyebut, Reliance India, Adani Group akan masuk Indonesia dalam investasi pembangunan bandara dan rel kereta api. Juga ada GVK yang akan membangun pelabuhan, serta bermitra dengan PT PAL.
"Juga ada Tata Power untuk listrik, power geothermal, coal juga. Untuk airport akan bangun di Jogja dan Bali," ucap Gita.
Sepanjang tahun 2010, investasi Singapura masih menjadi jawara negara yang paling besar berinvestasi di Indonesia. Nilai investasi negara singa itu mencapai US$ 5,005 miliar.
Gita menyebut, besarnya investasi asal Singapura juga terbantu oleh masuknya modal negara-negara lain ke Singapura, seperti India, China, atau Jepang. Negara-negara tersebut masuk melalui Singapura kemudian masuk Indonesia, dengan tujuan keringanan pajak.
"PMA lebih banyak Singapura. Mereka masuk ke industri makanan, telekomunikasi. Investasi mereka kecil-kecil tapi stabil. Untuk China memang belum besar sekali, 2010 posisi 11 dengan nilai US$ 173 juta, 2009 posisi 13 jumlahnya US$ 65,5 juta," imbuh Gita.
Berikut 5 negara dengan investasi terbesar ke Indonesia di tahun 2010:
- Singapura, Investasi US$ 5,005 miliar
- Inggris (termasuk British Virgin Islands), Investasi US$ 1,892 miliar
- Amerika Serikat, Investasi US$ 930,8 juta
- Jepang, Investasi US$ 712,6 juta, dan
- Belanda, Investasi US$ 608,3 juta
- Lainnya, US$ 7,065 miliar.











































