Incar US$ 15 miliar, SBY Turun Tangan ke India

Incar US$ 15 miliar, SBY Turun Tangan ke India

- detikFinance
Senin, 24 Jan 2011 11:30 WIB
Incar US$ 15 miliar, SBY Turun Tangan ke India
Jakarta - Presiden SBY akan mengadakan kunjungan ke India selama 2 hari pada 25-26 Januari 2011. Dalam kunjungan tersebut, SBY bersama jajaran menteri terkait mengincar perjanjian investasi dari India senilai US$ 15 miliar.

"Saya bersama delegasi Indonesia dalam hal ini unsur pemerintah, DPR, DPR, komite ekonomi, dan dunia usaha akan melaksanakan tugas kunjungan ke luar negeri," tutur SBY dalam jumpa pers di Bandara Halim, Jakarta, Senin (24/1/2011).

Dalam kesempatan tersebut, SBY mengatakan tujuan utama kunjungan ke India tersebut adalah untuk memenuhi undangan hari ulang tahun Republik India. Namun di samping itu, ada juga penandatanganan 16 MoU yang berkaitan dengan bidang politik, ekonomi, dan pendidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akan hadir 500 pengusaha terkemuka dr India dan Indonesia. Direncanakan ada 16 MoU baik yang bersifat antara pemerintah dan dunia usaha. Dan dunia usaha dengan dunia usaha lain. Diperkirakan nilai investasi yang ada di MoU senilai US$ 15 miliar. Mencakup pembangunan insfrastruktur, manfukatur, pembangunan jasa dan sumber daya alam," papar SBY.

Proyek-proyek yang akan dikerjasamakan dalam MoU tersebut lebih banyak dilakukan di luar Jawa. Selama 5 tahun terakhir, nilai perdagangan antara Indonesia dengan India terus meningkat.

Di 2005, total nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 4 miliar, dan di 2010 kemarin naik tiga kali lipat atau mencapai US$ 12 miliar. "Indonesia merupakan mitra dagang nomor 2 terbesar bagi India di ASEAN," tukas SBY.

Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan dari investasi tersebut, rencananya akan dialokasikan US$ 2 miliar untuk pembangunan jalur kereta api dan angkutannya untuk pengangkut batubara di Sumatera.

"Kerjasamanya banyak, umumnya infrastruktur dan ada beberapa juga yang manufaktur, kelapa sawit juga kita tawarkan," imbuh Hatta.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads