Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang (Franky) mengatakan konsumsi gandum Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Hal ini sejalan meningkatnya permintaan yang ditopang bertambahnya penduduk.
"Indonesia mengimpor lebih besar, atau mungkin sama dengan Jepang," kata Franky dalam acara konferensi pers di Jakarta, Senin (24/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Franky menambahkan naiknya impor gandum sebagai imbas dari naiknya permintaan terigu domestik, tak harus dipandang negatif. Hal ini karena gandum yang diimpor banyak yang diolah jadi produk terigu dan turunannya yang diekspor ke luar negeri.
"Jangan salah, 100% bukan dikonsumsi untuk dalam negeri, tetapi diekspor," jelasnya.
Franky menambahkan saat ini Indonesia sudah menjadi sentral regional untuk produk olahan gandum di kawasan karena sudah memasok produk turunan gandum ke banyak negara.
Kondisi ini justru positif sebagai wujud dari penciptaan nilai tambah di dalam negeri.
(hen/dnl)










































