Pemilu, Penghasilan PT Pos Naik Rp 60-65 Miliar

Pemilu, Penghasilan PT Pos Naik Rp 60-65 Miliar

- detikFinance
Selasa, 04 Mei 2004 17:23 WIB
Bandung - Pelaksanaan pemilu memberi keberkahan tersendiri bagi PT Pos Indonesia. Untuk pengiriman logistik pemilu saja, PT Pos Indonesia bisa menangguk penghasilan Rp 60-65 miliar.Demikian diungkapkan Manajer Komunikasi Perusahaan PT Pos Indonesia, Arief Setyanto, dalam acara serah terima jabatan jajaran PT Pos Indonesia di Gedung Pos Banda, Jl. Banda, Bandung, Selasa (4/5/2004). "Ini masih perkiraan karena belum semua berita acara di KPU selesai ditangani," kata Arief.Total nilai kontrak Pos Indonesia dengan KPU, di antaranya untuk pengiriman surat suara dari percetakan di Semarang senilai Rp 63 miliar. Pos Indonesia mendapat porsi untuk mendistribusikan surat suara ke 140 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Jumlah surat suara yang didistribusikan Pos Indonesia seluruhnya mencapai 338.131.000 eksemplar atau sekitar 43 persen kartu suara yang digunakan dalam Pemilu 2004. Selama pelaksanaannya, sekitar 13.400 ton paket dikirimkan ke seluruh Indonesia dalam 659 ribu kemasan.Untuk pengiriman logistik pemilu, pihak Pos Indonesia menggunakan seluruh armadanya. Kecuali untuk pengiriman paket yang melalui udara dan laut yang menggunakan jasa pihak ketiga. Arief mengakui, selama pelaksanaan pemilu pihaknya mendapat hambatan ketika melakukan pengiriman ke Kabupaten Larantuka, Nusa Tenggara Timur. "Surat suara tiba di sana H-2 pelaksanaan pencoblosan," katanya.Ia beralasan, penyebab yang paling dominan terhambatnya pengiriman logistik pemilu itu karena kondisi geografis di Larantuka yang cukup sulit. Kendati demikian, hampir seluruh sisa logistik sampai ke tujuan tepat waktu, yakni sesuai batas waktu pengiriman surat suara pada 26 Maret 2004. Target Pendapatan 2004Dalam kesempatan tersebut, Arief juga mengungkapkan, target pendapatan Pos Indonesia untuk tahun 2004 sebesar Rp 1,4 triliun, dengan porsi terbesar masih melalui bisnis komunikasi. Untuk mengejar target tersebut, Pos Indonesia kini tengah mengembangkan layanan baru yakni Direct Mail. "Diperkirakan soft lunch-nya akhir Mei 2004," katanya. Pos Indonesia menamai layanan tersebut Advertorial Mail (Ad-mail). Layanan ini, papar Arief, ditujukan pada segmen korporasi untuk promosi. Pos Indonesia nantinya akan melayani percetakan tagihan, periklanan, percetakan hingga pengiriman.Untuk layanan tersebut, Pos Indonesia telah menginvestasikan dana Rp 20 miliar untuk pembelian 2 unit mesin cetak. "Layanan ini sementara untuk Jakarta dulu, difokuskan untuk segmen corporate," kata Arief. Mengenai Direct Mail, Direktur Utama Pos Indonesia Ali Nafiah mengungkapkan, sudah ada 5 bank yang berminat terhadap layanan baru ini, di antaranya Bank Danamon, Bank Mandiri dan Citigroup. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads