Hatta: Saya Nggak Sempat Mikirin Gaji

Hatta: Saya Nggak Sempat Mikirin Gaji

- detikFinance
Senin, 24 Jan 2011 17:24 WIB
Hatta: Saya Nggak Sempat Mikirin Gaji
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku dirinya termasuk orang yang tidak terlalu memikirkan masalah gajinya. Hatta mengaku dirinya lebih memilih sibuk mengurus pekerjaannya. Yang pasti, gaji Hatta naik setiap tahun sesuai kemampuan negara.

"Nggak usah saya jawab, nanti kalau saya bilang, dikatakan curhat lagi dong. Nanti ditulis Hatta curhat," canda Hatta saat ditanya apakah gaji menteri juga tidak naik seperti halnya gaji Presiden.

Ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (24/1/2011), Hatta mengaku tidak pernah memikirkan gaji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya nggak sempat mikirin gaji, saya kerja aja terus yang jelas gaji itu terus dinaikkan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan negara," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hatta juga meminta masalah gaji presiden yang tidak naik agar tidak perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, tidak benar jika Presiden SBY curhat minta dinaikkan gaji.

"Masa Presiden curhat, (berita) itu kan nggak betul, nggak usah terlalu di besar-besarkan," ujar Hatta.

Hatta menilai Presiden berkata demikian karena pemerintah tetap memprioritaskan kenaikan gaji para pegawai negeri, TNI, Polri golongan bawah agar tidak di bawah Rp 2 juta. Untuk itu, lanjut Hatta, Presiden dan Menteri rela tidak naik gaji.

"Presiden hanya katakan bahwa selama ini yang diperhatikan itu adalah gaji pegawai rendah, terus dinaikkan. Guru, guru terpencil, PNS golongan bawah, terus naik sehingga jangan sampai pendapatannya kurang dari Rp 2 juta. Itu kan keinginan Bapak Presiden jadi para menteri apalagi Presiden itu tidak naik," jelasnya.

Menurut Hatta, jika Presiden ingin naik gaji, maka Presiden tidak perlu curhat sana-sini.

"Kan Presiden mengatakan itu, bukannya curhat, harusnya paham kalau Presiden mau naikkan gaji, masa harus curhat dulu, kan tidak begitu mekanismenya. Jadi gak betul itu Presiden menjelaskan bahwa prioritas adalah masalah tadi, masalah gaji pegawai yang rendah, kemudian TNI/Polri, baru bicara remunerasi dari pegawai secara bertahap," tegasnya.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads