Pegawai BKPM Tak Persoalkan TOEFL 600

Pegawai BKPM Tak Persoalkan TOEFL 600

- detikFinance
Selasa, 25 Jan 2011 15:11 WIB
Pegawai BKPM Tak Persoalkan TOEFL 600
Jakarta - Munculnya surat kaleng yang mengatasnamakan karyawan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membuat kaget beberapa pegawai BKPM. Mereka umumnya tak tahu menahu soal surat tersebut.

Seorang pegawai BKPM dibidang pengawasan yang enggan disebut namanya mengaku dirinya baru tahu soal surat tersebut dari media. Namun ia mengkonfirmasi soal ketentuan bagi pegawai BKPM khususnya di level direktur setidaknya harus memiliki tingkat kemampuan bahasan Inggris dengan skorΒ  TOEFL 600.

"Kalau saya sih biasa saja, saya nggak dirugikan, kalau itu persyaratan yang diminta. Saya pun sudah mengukur kemampuan saya ketika mau masuk BKPM," kata pegawai BKPM tersebut saat dihubungi detikFinance, Selasa (25/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga mengaku isi surat itu dari media, termasuk soal tudingan keberadaan staf ahli yang direkrut Kepala BKPM yang menimbulkan friksi serta inefisiensi anggaran belanja untuk gaji karyawan di BKPM.

"Tapi saya baru tahu ada komite-komite seperti itu," katanya.

Sementara itu pejabat BKPM teras menengah dan tak mau disebutkan namanya mengatakan kondisi pegawai BKPM saat ini tak sesuai dengan yang ada dalam isi suratΒ  yang mengatasnamakan karyawan BKPM yang beredar di media. Ia pun tak tahu menahu soal dari mana surat itu berasal.

"Aman-aman saja, normal saja. Banyak kata-kata dalam surat itu tak sesuai misalnya disebut karyawan, seharusnya pegawai BKPM karena PNS. Nama Pak Gita juga salah, seharusnya Wirjawan tapi ditulis Wiryawan," kata pejabat teras menengah itu kepada detikFinance.

Mengenai ketentuan TOEFL 600, ia mengatakan hal itu sudah sepatutnya disambut baik karenaΒ  dalam rangka pengembangan sumber daya manusia pegawai BKPM. Selain itu, ia juga mengkonfirmasi bahwa angka TOEFL 600 itu masih sebatas ekspektasi dari Kepala BKPM.

"Soal surat itu kita nggak tahu menahu, dibilang situasi tak kondusif, buktinya aman-aman saja kita," katanya.

Ia juga mengkonfirmasi soal pengunduran diri seorang deputi BKPM yang bernama Hari Baktio yang mundur pada minggu lalu. Namun kembali lagi, ia tak tahu alasan pengunduran dari Hari Baktio.

Mengenai informasi seorang direktur BKPM yang disebutkan juga mengundurkan diri, menurutnya itu karena pegawai setingkat direktur itu dalam kondisi sakit-sakitan.

Seperti diketahui hari ini beredar surat kaleng yang mengatasnamakan karyawan BKPM yang ditujukan kepada presiden. Isi dari surat itu intinya keberatan terhadap kepemimpinan Kepala BKPM Gita Wirjawan.

Berikut isi lengkap dari surat yang mengatasnamakan karyawan BKPM itu:

Bersama surat ini, kami karyawan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan keprihatinan kami atas kondisi lembaga tempat kami berkarya yang saat ini semakin tidak kondusif. Ketidakjelasan arah dan prioritas kerja, sistem penilaian kinerja serta kepemimpinan Bapak Gita Wiryawan yang tidak profesional telah membuat karyawan BKPM tidak hanya kehilangan motivasi, namun juga kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Bapak Gita Wiryawan.

Kami sangat menyadari, BKPM sebagai ujung tombak pelayanan investasi Indonesia membutuhkan sosok Kepala BKPM yang memiliki komitmen dan etika profesionalisme yang tinggi. Bukan sosok yang menggunakan jabatan Kepala BKPM sebagai sarana mencari keuntungan pribadi.

Sejak Bapak Gita Wiryawan menjabat sebagai kepala BKPM, terjadi penerapan standar penilaian kinerja karyawan, yang tidak terkait dengan tujuan mewujudkan pelayanan investasi yang cepat, mudah, murah dan transparan, antara lain kewajiban standar penguasaan bahasa Inggris bernilai TOEFL 600 bagi karyawan, yang terlalu berlebihan.

Para staf ahli yang direkrut oleh Bapak Gita Wiryawan juga bekerja melampaui otoritas dan wewenangnya, bahkan menimbulkan friksi serta inefisiensi anggaran belanja untuk gaji karyawan di BKPM.

Bapak Presiden yang terhormat. Kami juga sangat kecewa dengan terjadinya berbagai tindak penyimpangan etika jabatan. Pengajuan perizinan investasi yang seharusnya berlangsung transparan, kerap berubah menjadi transaksi bisnis demi keuntungan perusahaan yang didirikan oleh Bapak Gita Wiryawan, Ancora Group.Β 

Puncak dari situasi yang tidak kondusif tersebut adalah pengunduran diri Bapak Hari Baktio, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal (PIPM) Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta pengunduran diri seorang direktur lainnya.

Perlu Bapak Presiden ketahui, di tengah kondisi BKP yang kian hari kian memburuk, Bapak Hari Baktio menjalankan perannya sebagai Ketua Korpri BKPM untuk terus memotivasi karyawan lainnya. Dedikasi dan komitmen beliau menjadi panutan karyawan BKPM lainnya.

Bapak Presiden Yang Terhormat. Kami sangat menginginkan perubahan di BKPM. Perubahan yang bisa menjadikan BKPM sebagai lembaga pemerintah yang terpercaya dan memiliki reputasi baik di mata investor, bukan keterpurukan etika dan profesionalisme demi keuntungan pribadi. Kami percaya, ketika etika dan kepercayaan investor dikorbankan, maka sangat sulit memperbaikinya.

Demikian surat ini kami sampaikan kepada Bapak. Besar harapan kami agar Bapak Presiden memberikan perhatian kepada persoalan ini.

Hormat kami,

Karyawan BKPM.


(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads