Demikian terungkap dalam World Economic Outlook Update yang dirilis IMF, seperti dikutip dari situsnya, Selasa (25/1/2011).
Sepanjang 2010, harga komoditas baik minyak maupun non minyak telah menunjukkan kecenderungan menguat, merespons kuatnya permintaan global dan kekurangan suplai untuk sejumlah komoditas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai hasilnya, IMF memperkirakan harga minyak rata-rata pada tahun 2011 akan mencapai US$ 90 per barel, naik dibandingkan proyeksi WEO Oktober 2010 yang sebesar US$ 79 per barel.
Untuk komoditas non-minyak, kerusakan panen sehubungan masalah cuaca lebih besar dari ekspektasi di akhir 2010 dan efek harganya diprediksi baru akan berkurang setelah musim panen 2010.
"Hasilnya, harga komoditas non-minyak diprediksi meningkat 11% di tahun 2011. Risiko jangka pendek sekarang meningkat untuk kebanyakan kelas komoditas," demikian prediksi dari IMF. (qom/dnl)











































