Menurut Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China, kedua peritel raksasa itu tidak memberikan diskon yang sebenarnya dengan menaikkan terlebih dahulu harga barang-barang itu ataupun mengenakan harga lebih tinggi dari yang tercantum atau diiklankan.
Carrefour dan Wal-Mart dituding melakukan praktek-praktek manipulasi harga itu disejumlah kota di China seperti Shanghai, Kunming, SHenyang, Harbin dan Chongqing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin mengingatkan dan memperingkatkan seluruh operator bisnis untk menerapkan disiplin sendiri ketika menetapkan harga-harga barang dan menerapkan bisnisnya secara jujur," jelas komisi tersebut seperti dikutip dari Reuters, Kamis (27/1/2011).
Sayangnya, baik Carrefour maupun Wal-Mart menolak memberikan komentar atas kasus tersebut.
Khawatir terhadap kenaikan harga-harga, pemerintah China biasanya secara random memeriksa harga-harga di toko menjelang liburan, terutama ketika negara tersebut sedang berjuang menghadapi inflasi.
China akan merayakan tahun barunya pada pekan depan, dan pemerintah khawatir inflasi akan semakin tinggi hingga menembus angka terbesar dalam 2 tahun terakhir.
inflasi tahunan China pada Desember sudah turun menjadi 4,6% dibandingkan pada November yang sebesar 5,1%. Namun para ekonom menilai penurunan inflasi itu hanya bersifat sementara.
Pada awal Desember, Komisi untuk provinsi Yunnan memerintahkan Carrefour, Wal-Mart dan beberapa supermarket lokal untuk memberitahukan penyesuaian harga 48 jam sebelumnya kepada pemerintah kota.
(qom/qom)











































