Mandala Belum Tentukan Investor Baru

Mandala Belum Tentukan Investor Baru

- detikFinance
Kamis, 27 Jan 2011 10:54 WIB
Mandala Belum Tentukan Investor Baru
Jakarta - Maskapai nasional Mandala Airlines sampai saat ini belum menentukan investor baru untuk membiayai operasionalnya yang terhenti saat ini. Ada beberapa investor yang sedang dijajaki.

Kuasa Hukum Mandala James Purba mengatakan, sampai saat ini belum ada investor yang sudah pasti melakukan akuisisi.

"Ada beberapa calon investor yang sedang dalam tahap negosiasi. Tapi namananya tidak bisa kami informasikan saat ini," jelas James kepada detikFinance, Kamis (27/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut kabar, salah satu investor yang berniat mengincar Mandala adalah Manunggal Sejati Group. Disebut-sebut, Manunggal tengah membidik 51% saham Mandala dan menyiapkan dana Rp 4 triliun.

Manunggal Sejati Group adalah kelompok bisnis yang bergerak diantaranya pertambangan, distributor elpiji, pemegang lesensi penjualan produk peralatan pertanian merek Kobota untuk Timor Leste, pemasok peralatan militer produksi Inggris serta produsen kecap merek Maggi.

Dalam jangka pendek Manunggal Sejati Group sendiri akan menggelontorkan Rp 250 miliar dari total komitmen pendanaan awal Rp 1 triliun. Sedangkan sisanya Rp 3 triliun akan digelontorkan setelah proses akuisisi.

Mandala menghentikan sementara penerbangannya mulai Kamis, 13 Januari 2011 lalu. Kabar tutupnya Mandala Airlines ini memang cukup mengejutkan mengingat sebelumnya telah mengumumkan berbagai rencana yang cukup mengesankan.

Pada pertengahan 2010 lalu Mandala Airlines merambah rute penerbangan internasional dengan membuka rute Jakarta-Singapura dan Balikpapan-Singapura pulang pergi. Untuk melayani peningkatan penumpang, Mandala segera memperkuat armadanya dengan 25 pesawat baru dari Airbus.

Pada 17 Januari 2011, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah mengabulkan PKPU Mandala sekaligus menunjuk pengurus yang akan bertanggung jawab untuk melindungi aset Mandala Airlines selama 45 hari. Hal ini dilakukan agar manajemen dapat memfokuskan diri pada rencana restrukturisasi perusahaan.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads