Merger BNI-Bank Permata Diputuskan Sebelum Divestasi
Kamis, 06 Mei 2004 12:08 WIB
Jakarta -
Menneg BUMN Laksamana Sukardi menegaskan keputusan jadi atau tidaknya merger BNI-Bank Permata akan dikeluarkan sebelum divestasi BNI yang direncanakan pada Juli atau September mendatang."Ya tentunya sebelum (divestasi)," kata Laksamana Sukardi saat ditanya kapan merger BNI-Bank Permanta akan diputuskan di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (6/5/2004).Dikatakannya sejauh masalah itu belum diputuskan karena masih menunggu laporan keuangan kuartal pertama, karena jika berdasarkan laporan keuanga Desember 2003 maka ada permasalahan L/C bodong yang menyebabkabn tidak ada investor yang membeli."Tapi kita harapkan hasil kuartal pertama laporan keuangan sudah pulih sehingga bisa diproyeksikan cashflow, profit dan loss BNI itu sangat baik," ujarnya.Saat ditegaskan bahwa berdasarkan kuartal pertama BNI untung Rp 700 miliar, Laksamana menyatakan bahwa jika memang sudah keluar laporan keuangannya maka pemerintah sudah bisa mengambil keputusan soal merger."Ya setelah itu baru lakukan keputusan merger. Tapi kita akan bicarakan dengan Depkeu," tegasnya.Laksamana menegaskan dengan konsolidasi perbankan akan meningkatkan efisiensi dan juga dari sisi sinergi akan membantu harga yang baik. Berdasarkan kajian BNI Laksamana mengugkapkan keinginan BNI untuk merger karena BNI berniat melakukan IPO sedangkan Bank Permata juga ingin laksanakan strategic sales."Oleh karena keduanya dalam pile line dan dua-duanya milik negara. Selain itu BNI juga ada inisiatif dalam rangka mengembangkan ritel dan konsumen. Kulturnya kan belum ada disana, sedangkan Bank Permata kulturnya ada disana semua. Itu akan dibentuk suatu sinergi menurut tim dari BNI," ungkap Laksamana.Namun demikian Laksamana menegaskan pemerintan masih perlu melihat terlebih dahulu aspek makro ekonomi dari merger tersebut. Yang jelas merger adalah suatu hal yang biasa di bidang perbankan. "Dan kita sebagai regulator hanya ciptakan ketentuan untuk bank-bank yang bergerak di mikro kredit," tukasnya.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































