Setidaknya 500 warga delapan kecamatan di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar aksi di area tambang PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sejak Kamis (27/1) pagi. Warga yang habis kesabarannya mulai menduduki dan memblokir satu-satunya akses jalan menuju lokasi tambang NNT di Batu Hijau.
Massa pun mendirikan tenda beratap terpal, membangun pagar bambu, untuk menutup semua akses jalan yang menghubungkan lokasi tambang dengan pelabuhan tempat pengapalan konsentrat Newmont.
Massa memblokir akses jalan itu karena kesal manajemen Newmont menutup peluang dialog, terkait keinginan warga agar 7% saham yang didivestasi Newmont tahun 2010, menjadi milik Pemkab Sumbawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Newmont juga dituntut segera duduk bersama dan memastikan Pemkab Sumbawa Barat terlibat dalam revisi Kontrak Karya, yang menjadi acuan Newmont beroperasi di Sumbawa Barat. Jika dialog tak terlaksana, warga berjanji akan menginap di lokasi pemblokiran.
Aksi blokir area tambang ini dipimpin para kepala desa dari Sumbawa Barat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Desa Sumbawa Barat. Dua anggota DPRD Sumbawa Barat, juga turut berorasi dan memimpin aksi pemblokiran itu.
"Mati di sini, memperjuangkan hak dari tanah rakyat kami, adalah halal bagi kami warga Sumbawa Barat," kata Fud Syaifuddin, salah seorang anggota DPRD dalam orasinya.
Pemblokiran itu tak pelak menghambat arus kendaraan dan pekerja yang hendak menuju lokasi tambang. Pemblokiran persis di badan jalan penghubung kantor utama Newmont yang menyatu dengan pelabuhan tempat pengapalan konsentrat.
Belum ada pernyataan dari pejabat PTNNT apakah aksi pemblokiran itu memengaruhi aktivitas perusahaan atau tidak.
Yang pasti, pengiriman hasil produksi konsentrat dari tempat pengolahan ke pelabuhan, tidak terkendala, karena konsentrat itu dikirim melalui jalur pipa bawah tanah.
(ang/ang)











































