"Penurunan merefleksikan penilaian kami bahwa rasio utang pemerintah Jepang --yang kini merupakan tertinggi diantara negara-negara dengan peringkat yang sama --- akan terus meningkat dari yang kita gambarkan sebelim resesi ekonomi global menghantam negara tersebut dan hanya akan mulai turun pada pertengahan tahun 2020," demikian pernyataan dari S&P seperti dikutip dari AFP, Kamis (27/1/2011).
"Dalam opini kami, Partai Demokrat-pemimpin pemerintahan Jepang memiliki kekurangan strategi koheren untuk mengatasi aspek negatif dari dinamika utang negara tersebut," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mata uang Jepang, yen langsung merosot tajam atas dolar AS. Dolar AS tercatat sempat menguat dari 82,12 yen menjadi sekitar 83,20 yen sebelum akhirnya kembali ke level 82 yen. (qom/dnl)











































