Pasokan Batubara ke Suralaya Makin Krisis
Kamis, 06 Mei 2004 16:50 WIB
Jakarta - Pasokan listrik sistem Jawa Bali terancam kritis menyusul anjloknya pasokan batubara dari PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) ke PLTU Suralaya. Sementara pasokan batubara lain dari Kalimantan Selatan juga mengalami hambatan akibat gangguan alam.Menurut Direktur Utama PTBA Ismeth Harmaini, turunnya pasokan batuabara dari pihaknya lebih terkendala oleh angkutan yang tidak memadai. ?Pasokan berkurang, dari yang biasanya 50.000 ribu ton per hari menjadi 40.000 ribu ton. Ini karena banjir. Sementara hal yang sama juga menimpa beberapa lapangan batubara di Kalsel sehingga jadi macet. Disana hujan besar sehingga jalan ke pertambangan hancur, batubara jadi sulit dibawa ke pelabuhan,? papar Ismeth.Namun demikian PTBA berharap pasokan batubara ke Suralaya dapat kembali normal pada Juni 2004. Pasalnya PT KAI berencana untuk memperbaiki rel KA yang rusak akibat banjir. Perbaikan itu diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 29 miliar.?Dana itu akan disedikana PT KAI. Diharapkan dengan adanya perbaikan, PT Kai bias mempertahankan angkutan batubara yang biasanya mencapai 6,7 juta ton per tahun. Tapi kalau dananya tak ada, apa boleh buat pasokan hanya 5,5 juta ton per tahun,? ujarnya.
(san/)











































