"Ada beberapa pulau di sana yang sudah dikelola oleh para backpacker. Secara hukum para backpacker itu menikah dengan warga setempat lalu istrinya atas nama pulau itu, mereka kembangkan ekoturisme. Backpacker lebih pada petualangan. Pemerintah mencari investor untuk membangun pariwisata," ungkap Dirjen Kelautan, Pesisir, Pulau-Pulau Kecil KKP Sudirman Saad di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (31/1/2011).
Disinggung mengenai investasi di pulau kecil tersebut, Sudirman mengatakan tergantung dari target yang ingin dicapai oleh investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ada beberapa masalah yang harus diselesaikan oleh pemerintah terkait dengan adanya kepastian hukum. Dengan adanya kepastian hukum, maka negara akan memperoleh pendapatan yang sangat baik.
Ditambahkan pula masalah pertama yang harus diatasi adalah membentuk tim terpadu yang melibatkan semua elemen masyarakat. Hal ini bertujuan untuk merumuskan sistem investasi.
"Pemerintah mengatur investor itu bisa membangun misalnya 100 kamar, keuntungan pun dibagi dua, baik kamar itu dipakai atau tidak. Kita belum tahu siapa investornya. Para investor Four Season dan Hilton Resort, mereka belum ada komitmen. Mereka harus melihat dulu, Februari mereka datang. Mereka tertarik, tapi yang paling penting adalah pembenahan internal dulu," pungkasnya.
Mengenai infrastruktur, jika ingin mengadopsi sama seperti sistem di Maldive, pemerintah belum punya kapasitas untuk membangun infrastruktur.
(nin/dnl)











































