Menkeu: Perubahan Suku Bunga AS Jangan Melonjak-Lonjak
Jumat, 07 Mei 2004 13:23 WIB
Jakarta - Menkeu Boediono berharap perubahan suku bunga di AS tidak melonjak-lonjak namun secara gradual agar Indonesia bisa menyesuaikan dengan baik atas perubahan itu."Harapan kita mudah-mudahan tidak melonjak-lonjak situasinya. Kalau toh ada perubahan penyesuaian suku bunga mudah-mudahan secara gradual saja sehingga kita bisa menyesuaikan dengan baik," kata Menkeu Boediono di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (7/5/2004).Lebih lanjut dijelaskan bahwa perekonomian AS merupakan perekonomian yang paling besar di dunia dan menjadi barometer seluruh perekonomian dunia."Memang Eropa menentukan, tapi yang paling penting AS itu bagaimana suku bunganya," tegas Boediono.Perubahan suku bunga di AS nantinya akan mempengaruhi suku bunga internasional disamping juga pasar modal internasional. "Ini akan punya pengaruh terhadap dana masuk dan keluar di suatu negara termasuk Indonesia. Jika perekonomian AS tumbuh baik nantinya kegiatan ekspor dan impor Indonesia akan meningkat," imbuh mantan Kepala Bappenas ini.Sementara berkaitan dengan keinginan Cina mengerem laju pertumbuhannya, Menkeu menjelaskan bahwa Indonesia perlu siap-siap yakni akan turunnya neraca ekspor-impor."Cina itu masalahnya katanya ekonominya agak kepanasan artinya mereka mau mengerem," jelas Menkeu Boediono.Dengan pengereman itu Cina akan mengurangi dana termasuk dalam hal penyaluran kredit yang pada akhirnya akan menyebabkan suku bunga naik. "Dengan demikian pertumbuhan ekonomi akan berkurang dan kurs akan berubah karena kurs ditopang dengan ekonomi mereka yang luar biasa," ujarnya.
(san/)










































