Boediono: Cadangan Devisa Cukup untuk Bayar Utang Indonesia
Jumat, 07 Mei 2004 14:32 WIB
Jakarta -
Menkeu Boediono menegaskan jumlah cadangan devisa Indonesia saat ini sekitar US$ 37,08 miliar masih mencukupi untuk membayar utang yang jatuh tempo pada tahun depan yang jumlahnya cukup besar."Intinya penggunaan cadangan devisa untuk pembayaran utang masih cukup," kata Menkeu Boediono di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (7/5/2004).Posisi cadangan devisa pada minggu keempat bulan April 2004 adalah sebesar US$ 37,08 miliar, atau naik US$ 39,50 juta dibandingkan posisi minggu sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan hasil migas. Pemerintah sendiri dalam rancangan anggaran pendapatan negara tahun 2005 menargetkan bisa menurunkan tingkat rasio utang atas produk domestik bruto (PDB) di bawah 60 persen. Selanjutnya pemerintah juga berusaha untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi 5-5,5 persen, laju inflasi 5-6 persen, nilai tukar rupiah Rp 8.400-8.600 per US$ 1, suku bunga SBI 3 bulan 6,5-7,5 persen, harga minyak internasional US$ 22-25 per barel dan tingkat produksi minyak 1,1 juta barel per hari.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































