Komisaris: Penjualan Tanker Pertamina Harus Terlaksana

Komisaris: Penjualan Tanker Pertamina Harus Terlaksana

- detikFinance
Jumat, 07 Mei 2004 16:32 WIB
Jakarta - Komisaris Pertamina Roes Aryawijaya menegaskan penjualan tanker Pertamina yang saat ini masih dirakit di Korea Selatan tetap harus dilakukan karena dianggap lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Alasannya, untuk memiliki tanker tersebut Pertamina harus menyediakan dana yang besar, baik untuk pembayaran asuransi maupun biaya operasi."Tanker ini risikonya tinggi. Jadi kalau kita masih bisa menyewa, buat apa harus punya sendiri. Ini harus dihindari," kata Roes saat dijumpai di kantor pusat PLN, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (7/5/2004).Roes menegaskan, berdasarkan kajian yang dilakukan direksi maupun komisaris Pertamina disimpulkan menyewa tanker lebih efisien ketimbang memiliki sendiri. "Jadi kajian kita mengatakan kalau Pertamina akan rugi dalam jangka panjang kalau punya tanker sendiri. Apalagi kalau kita punya sendiri penggunaannya pun cukup rendah," katanya.Menyinggung biaya sewa tanker yang di masa mendatang kemungkinan lebih tinggi, Roes hanya meminta agar masalah itu tidak dilihat secara instan. Menurutnya, semua keputusan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi keuangan Pertamina saat ini."Mungkin dulu kondisi Pertamina masih baik, tapi sekarang bisa jadi berubah karena masih harus disesuaikan dengan kondisi keuangan Pertamina. Lagi pula untuk pengangkutan BBM masih ada kapal-kapal kecil dan tanker itu hanya digunakan untuk ekspor," papar Roes, yang juga menjabat deputi Menneg BUMN.Untuk diketahui, Pertamina pada Mei ini akan membuka tender penjualan 2 kapal tanker yang saat ini masih dirakit oleh Hyundai Heavy Industries di Korsel. Perakitan kapal pengangkut BBM itu diperkirakan selesai pada Juli mendatang.Namun dengan alasan tidak memiliki dana yang cukup, Pertamina berniat menjual tanker dimaksud. Padahal, mantan Dirut Pertamina Baihaki Hakim menggagas pembuatan tanker tersebut untuk memperkuat armada pengangkutan BBM milik Pertamina.Sebelumnya, Dirut Pertamina Ariffi Nawawi mengatakan berdasarkan perhitungan pihaknya, biaya sewa lebih murah 50 persen ketimbang biaya operasi. "Kalau biaya operasi akan menelan dana US$ 45.000 per hari. Sedangkan kalau sewa hanya US$ 25.000 per hari," ungkap Ariffi. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads