RI Tekor US$ 5,6 Miliar Berdagang dengan China

RI Tekor US$ 5,6 Miliar Berdagang dengan China

- detikFinance
Selasa, 01 Feb 2011 16:03 WIB
RI Tekor US$ 5,6 Miliar Berdagang dengan China
Jakarta - Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan non migas dengan China sebesar US$ 5,6 miliar selama 2010. Defisit perdagangan ini karena ada peningkatan impor bahan baku penolong dan barang konsumsi dari China.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengakui defisit neraca perdagangan RI dengan China di 2010 lebih besar dari 2009 yang hanya US$ 1 miliar.

Meskipun Mari mengatakan defisit neraca perdagangan dengan China di 2010 masih lebih rendah jika dibandingkan dengan defisit di 2008 yang mencapai US$ 7,2 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang kita defisit dengan RRT (China), tapi surplus besar dengan India," kilah Mari dalam acara jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (1/2/2011).

Mari mengatakan dalam perdagangan tak seluruhnya perdagangan akan mengalami surplus dengan semua negara. Menurutnya yang paling terpenting adalah perdagangan secara keseluruhan mengalami surplus.

"Karena kita tak bisa seluruhnya memproduksi barang, maka kita harus impor," katanya.

Meskipun kata Mari, walaupun mengalami defisit mencapai US$ 5,6 miliar, angka itu relatif sudah berkurang. Ia berjanji akan berupaya meningkat produk ekspor dan diversifikasi ekspor ke China.

"Kita diuntungkan kalau kita impor dari RRT bahan baku dan barang penolong lebih murah dari Eropa dan AS. Secara daya saing mencari sumber yang lebih murah," katanya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads