Upah Buruh Tergerus Inflasi

Upah Buruh Tergerus Inflasi

Ramdhania El Hida - detikFinance
Selasa, 01 Feb 2011 17:10 WIB
Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyatakan upah buruh secara nominal mengalami kenaikan tetapi secara riil mengalami penurunan. Hal tersebut disebabkan inflasi yang tinggi pada bulan Januari ini.

"Karena inflasi terus menerus maka perkembangan upah buruh ada kenaikan secara nominal tapi secara riil menurun," ujar Rusman saat konferensi pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, selasa (1/2/2011).

Berdasarkan data BPS, upah nominal harian buruh tani Nasional pada Januari 2011 naik sebesar 0,18 persen dibanding upah buruh tani Desember 2010, yaitu dari Rp 38.577 menjadi Rp 38.648 per hari. Namun, secara riil mengalami penurunan sebesar 1,28 persen dibanding Desember 2010, yaitu dari Rp 28.934 menjadi Rp 28.565.
 
Sedangkan, upah nominal harian buruh bangunan (tukang mandor) pada Januari 2011 naik 0,21 persen dibanding upah Desember 2010, yaitu dari Rp 60.214 menjadi Rp 60.340 per hari. Secara riil turun sebesar 0,68 persen yaitu dari Rp 48.106 menjadi  Rp 47.779.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Upah Buruh Potong Rambut Wanita Per Kepala secara nominal, rata-rata upah Januari 2011 dibanding Desember 2010 mengalami kenaikan sebesar 0,50 persen yaitu dari Rp16.911 menjadi Rp 16.995. Secara riil, upah Januari 2011 dibanding Desember 2010 turun sebesar 0,39 persen yaitu dari Rp 13.510 menjadi Rp 13.457.

Sedangkan, upah Pembantu Rumah tangga Per Bulan Secara nominal, rata-rata upah Januari 2011 dibanding Desember 2010 mengalami kenaikan sebesar 0,70 persen yaitu dari Rp 283.611 menjadi Rp 285.598. Secara riil, upah Januari 2011 dibanding Desember 2010 turun sebesar 0,19 persen yaitu dari  Rp226.581 menjadi Rp 226.144.

(nia/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads