Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan selain faktor tadi beberapa faktor lainnya yang menyebabkan ekspor 2010 begitu baik adalah karena pemulihan di pasar AS dan Eropa, termasuk pasar Asia yang mengalami pertumbuhan.
"Terintegrasinya ekonomi Asia dengan ASEAN melalui perdagangan bebas, ASEAN-China, India, Korea, dan Australia. Kedepannya pasar kita akan ke Asia," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari mencontohkan ekspor non migas Indonesia ke China selama 2010 mencapai US$ 14,1 miliar atau naik 57,8% dibanding 2009. Kenaikan ekspor ini termasuk yang terbesar dibandingkan dengan negara tujuan ekspor lainnya.
"Perkembangan ini mengkonfirmasi manfaat ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA) bagi ekspor non migas kita," kata Mari.
Mengenai penguatan ekspor karena faktor harga dan volume, komoditi karet mengalami kenaikan 67%, sawit 25,7%, dan kakao 23%. Sedangkan ekspor manufaktur mengalami peningkatan volume yaitu otomotif 37,6%, alas kaki 34,1%, elektronika 17%, lalu tekstil dan produk tekstil (TPT) 13%.
Seperti diketahui kinerja total ekspor (non migas dan migas) Indonesia di 2010 mencapai US$ 157,7 miliar. Sementara ekspor non migas mencapai US$ 129,7 miliar.
(hen/dnl)











































