Perundingan Doha selama ini sudah terkatung-katung alias mengalami jalan buntu karena terjadi pergesekan kepentingan negara maju dengan negara berkembang.
"Jika tidak selesai tahun ini, kegagalan perundingan Doha dikhawatirkan merusak sistem perdagangan multilateral," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di kantornya, Jakarta, Selasa (1/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Putaran Doha ini berhasil maka menghapus praktik subsidi ekspor yang bisa membantu volatilitas harga komoditi pertanian, termasuk mencegah restriksi (hambatan) ekspor produk pertanian atau pangan oleh suatu negara.
"80% yang sudah ada jadi basis menyelesaikan 20% yang belum selesai," katanya.
Dikatakan Mari untuk mensukseskan penyelesaian putaran Doha, para negara sepakat menyelesaikan draft awal perundingan akhir April 2011. Kemudian pada Juli 2011 sudah ada draft final yang disepakati dan akhir Desember 2011 sudah ada kesepakatan final.
(hen/dnl)











































