IMF Akui RI Sebagai Negara Penting di Dunia

IMF Akui RI Sebagai Negara Penting di Dunia

Luhur Hertanto - detikFinance
Rabu, 02 Feb 2011 14:51 WIB
Jakarta -

Lembaga moneter internasional yaitu IMF mengakui pentingnya peranan Indonesia untuk dapat menyelesaikan ekonomi dunia. Karena itu lembaga ini melakukan pendekatan dengan Presiden SBY untuk bekerja sama melakukan upaya antisipasi krisis ekonomi.

Demikian disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/2/2011).

"Indonesia dianggap IMF sebagai negara penting. Dan sebagai anggota G20 amat penting partisipasinya ikut menyelesaikan masalah ekonomi dunia," jelas Darmin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, dalam pertemuan IMF dengan Presiden SBY dan beberapa menteri serta Gubernur BI, IMF memberikan pandangan mengenai situasi ekonomi global dan regional.

"Di antaranya soal global imbalances (ketidakseimbangan ekonomi global), food pricing (harga pangan), energi, dan pekerjaan rumah bagi G20," jelas Hatta.

Sementara itu Managing Director IMF Dominique Strauss-Kahn mengatakan, perekonomian Indonesia saat ini sudah berkembang pesat. Bahkan dia yakin tahun ini pertumbuhannya bisa melebihi 7%.

"Kini RI adalah salah satu negara besar di Asia, anggota G20 dan IMF bagian dari G20. Saya melihat ekonomi Indonesia dewasa ini berjalan baik. Memang benar ada kenaikan harga pangan dan BBM, tapi secara umum ekonomi Indonesia berjalan baik," jelas Dominique.

Pada pertemuan dengan IMF, Dominique mengatakan, dirinya membahas soal pengamanan sektor keuangan global untuk mengantisipasi jika suatu saat bisa terjadi kembali krisis ekonomi.

"Selalu ada peluang terulangnya krisis. Tapi kita kan tak mau buru-buru ketemu. IMF kini berubah. Pengalaman di masa lampau membawa banyak perubahan bagi IMF," jelas Dominique.

"Suara dan peran ekonomi Asia juga semakin menonjol dan salah satunya adalah peran Indonesia. Kami ingin membangun kembali kerjasama bersama Asia dan Indonesia adalah salah satu di antaranya," tukas dia.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads