Demikian disampaikan Agus Marto dalam Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2/2011).
"Kalau yang namanya penyerapan di Kementerian Keuangan itu 84 persen ya, dan di Kemenkeu itu sejak tahun 2005 itu yang paling tinggi sekarang ini," ujar Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang tertinggi penyerapannya dicapai oleh Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan yang mencapai 93,27%," terangnya.
Karena daya serap Kementerian/Lembaga yang masih belum optimal maka menyebabkan dampak pertumbuhan ekonomi nasional menjadi kurang maksimal. Apalagi, lanjut Agus realisasi belanja biasanya menumpuk di akhir tahun.
Berdasar data penyerapan 12 eselon I Kemenkeu tahun anggaran 2010, realisasi penyerapan anggaran mencapai Rp12,975 triliun atau sekitar 84% dari pagu Rp15,395 triliun.
Secara detil, realisasi belanja pegawai Rp7,194 triliun atau 94,35%, realisasi belanja barang Rp3,93 triliun atau 76,18%, dan realisasi belanja modal Rp1,849 triliun atau 70,87%.
Terkait reward and punishment, Agus mengatakan akan menindaklanjuti rencana tersebut sesuai dengan amanah yang tertuang dalam program reformasi birokrasi sejak 2008.
"Tentang reward and punishment itu sejak program yang ada stimulus di 2008 itu sudah diamanahkan untuk kita menyusun sistem reward and punishment dan itu sudah kita jalankan tahun ini. Jadi ini sesuatu yang akan kita tindak lanjuti," katanya.
Dalam rapat tersebut DPR melalui Komisi XI memang mendessak Kementerian Keuangan segera merealisasikan mekanisme reward and punishment. Hal ini dilakukan agar penyerapan anggaran bisa lebih optimal khususnya di 2011.
(dru/qom)










































