Jadi Menteri ESDM, Karen Selesaikan Banyak PR Darwin

Jadi Menteri ESDM, Karen Selesaikan Banyak PR Darwin

Wahyu Daniel - detikFinance
Rabu, 02 Feb 2011 18:33 WIB
Jakarta -

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan bakal punya banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan jika dirinya benar akan menggantikan Darwin Zahedy Saleh sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Anggota Komisi VII DPR Achmad Rilyadi mengatakan, saat ini masih banyak pekerjaan Menteri ESDM yang belum selesai dan ditunggu-tunggu oleh para pelaku sektor migas dan pertambangan.

"Menteri ESDM itu banyak kerjanya. Dan yang belum selesai antara lain satu, penanganan penurunan produksi atau lifting minyak Indonesia, kemudian belum ada investasi pada blok-blok baru," ujar pria yang akrab disapa Irel kepada detikFinance, Rabu (2/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, ada lagi banyak PR yang harus diselesaikan antara lain peraturan pemerintah (PP) soal Minerba atau mineral dan batubara. "Lalu PP soal kelistrikan, negosiasi kontrak-kontrak tambang yang diamanatkan UU Minerba. Belum lagi kajian dampak sosial politik soal pengatuarn BBM subsidi. Jadi memang tugasnya luar biasa berat," papar Irel.

Ketika ditanya perbandingan Darwin dengan Karen, Irel hanya menjawab lugas. "Latar belakangnya beda, kalau Darwin bukan orang perminyakan, sementara Karen itu dari perminyakan," tukas dia.

Sebelumnya santer dikabarkan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan akan diganti. Namun Karen diisukan bakal segera menjabat sebagai Menteri ESDM dan akan dilantik presiden hari Jumat ini.

Ada dua calon kuat yang akan menggantikan Karen. Keduanya adalah Triharyo Soesilo yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Pertamina dan Mantan Direktur Keuangan Pertamina Ferederick ST Siahaan.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Istana mengenai kabar penggantian Darwin Zahedy Saleh oleh Karen Agustiawan. Yang jelas, saat ini rencana pergantian dirut Pertamina dan kabar mundurnya Karen dari dirut Pertamina menjadi perbincangan serius di kalangan pebisnis migas dan politisi.

(dnl/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads