Pendapatan Garuda Bisa Capai Rp 22 Triliun di 2010

Pendapatan Garuda Bisa Capai Rp 22 Triliun di 2010

- detikFinance
Rabu, 02 Feb 2011 18:56 WIB
Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) memperkirakan pendapatan sepanjang 2010 mencapai Rp 20-22 triliun. Pendapatan ditopang oleh peningkatan rute penerbangan harian dari 247 per hari menjadi 311 per hari.

Hal ini disampaikan Direktur Keuangan Elisa Lumbantoruan, saat ditemui dalam penawaran umum saham perdana Garuda di Plaza Bapindo, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (2/2/2011).

Peningkatan rute penerbangan terus terjadi sejak 2008, di mana hingga kini mencapai 311 per hari. Pencapaian rute juga seiring dengan load factor yang juga naik. Tercatat pada tahun 2010 load factor maskapai penerbangan BUMN ini berada di level 71%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harapkan load factor di 2011 minimal bisa 75%, dengan average age (usia pesawat) yang lebih baik. Jadi canggih dan lebih efisien," jelas Elisa.

Menurutnya, yield penerbangan Garuda diperkirakan akan meningkat, dari posisi saat ini US$ 10 per km. Sedangkan tahun ini diperkirakan pendapatan perseroan bisa tumbuh 20-25%.

Untuk penerbangan domestik, yang kini mencapai 31 daerah akan ditambah hingga sampai akhir tahun seluruh provinsi di Indonesia akan dilalui rute Garuda.

"Memperluas jaringan rute Garuda, untuk domestik kita akan tambah rute baru di Gorontalo pada 16 Februari, kemudian Belitong dan Bandung. Nanti seluruhnya provinsi," kata Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar.

Khusus angka penjualan langsung, dari layanan tiket Garuda sampai saat ini baru menyumbang 27% dari total transaksi. Diharapkan, jumlah ini akan meningkat 50% dalam beberapa tahun ke depan.

Peningkatan penjualan tiket secara langsung (direct) penting untuk meningkatkan efisiensi operasional Garuda.

"Selama ini yang langsung 27% yang terdiri atas penjualan online, booking agent dan melalui sales office kami. Dalam 2 tahun diharapkan bisa 50%, karena akan banyak keuntungan. Yaitu cash flow lebih baik karena ada pembayaran di depan. Biaya komisi ke agen yang biasanya 5-7% juga akan hilang," tutur Elisa.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads