UKM di Indonesia 'Tahan Banting'

UKM di Indonesia 'Tahan Banting'

- detikFinance
Rabu, 02 Feb 2011 20:29 WIB
Jakarta - Kondisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia dinilai 'tahan banting' dalam menghadapi berbagai hambatan ekonomi yang terjadi saat ini.

Anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Sandiaga Uno berharap pemerintah dapat cepat tanggap untuk memberikan kepastian kebijakan untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM.

Salah satunya dengan mendorong usaha mikro dengan adanya lembaga keuangan Mikro (LKM) yang saat ini masih terhalang karena mandek-nya pembahasan RUU-nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harapan kita pemerintah cepat tanggap untuk menurunkan ekonomi biaya tinggi dan memberikan kepastian supaya kondusif. Sekarang sudah cukup membaik (akses) tapi yang kita dorong adalah akses mikronya melalui lembaga keuangan mikro masih terkendala karena RUU LKM-nya mandek lagi. Ini yang kita dorong," kata Sandi saat ditemui di Gedung SMESCO, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/2/2011).

Sandi optimistis UMKM Indonesia bisa tetap solid meskipun saat ini banyak hal yang menghadang seperti kebijakan pembebasan bea masuk barang impor.

Menurut Sandi pembebasan bea masuk terhadap barang pangan dan beberapa komoditas nonpangan merupakan upaya pemerintah dalam meredam laju inflasi yang beberapa waktu ini semakin cepat seiring dengan meningkatnya harga pangan dan minyak dunia.

"Pembebasan bea masuk ini ditujukan kepada pengontrol harga-harga supaya menjaga inflasi," ujarnya

Sandi mengakui pembebasan bea masuk ini akan berdampak pada UMKM tetapi kesolidan bisnis tersebut di Indonesia masih bisa meredam arus perdagangan dari luar negeri.

Pasalnya, lanjut Sandi, berdasarkan survey HSBC, hanya 13% UMKM yang terkena dampak perdagangan bebas ASEAN-China (AC-FTA).

"Ini yang kita lihat UKM kita cukup solid untuk menghadapi gejolak harga inflasi dan pangan," ujarnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads