Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan ketika ditemui di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (4/2/2011).
"Nilai ini didapat dengan konsep kemitraan antara luar dengan dalam negeri. Pencanangannya mulai tahun ini," jelas Gita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita coba mencapainya sebelum 2014. Riilnya ini akan memakan waktu. Tapi setidaknya sudah ada komitmen untuk menggalakkan investasi sebesar itu dan itu akan kita aktualisasikan," kata Gita.
Untuk investor asing, ujar Gita, saat ini pemerintah sudah mendapatkan komitmen dari beberapa investor. Dari India pemerintah sudah mengantongi komitmen investasi US$ 15 miliar,lalu Korea juga US$ 15 miliar. Kemudian dari Jepang ada komitmen US$ 59 miliar, Perancis US$ 4 miliar, dan Rusia US$ 2 miliar. "Sampailah US$ 100 miliar itu," imbuh Gita.
Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan nilai investasi riil bisa mencapai US$ 26-27 miliar.
Strategi lain yang ditempuh untuk mengundang investasi dari swasta baik asing dan lokal adalah melalui program proyek kerjasama pemerintah dan swasta, atau public private partnership (PPP).
Ada beberapa proyek PPP yang akan berjalan, seperti pembangunan pembangkit listrik di Jawa Tengah, proyek jalur kereta api Manggarai-Bandara Soekarno Hatta, proyek air minum di Jawa Timur, dan pelabuhan kapal di Tanah Ampo.
(dnl/dnl)










































