Pemerintah meyakini pendapatan per kapita Indonesia bisa mencapai US$ 12.900 hingga US$ 16.100 di 2025. Pemerintah bermimpi Indonesia menjadi negara berpendapatan besar.
Demikian disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam acara 'Kick Off Meeting Penyusunan Masteplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025" di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (7/2/2011).
"Di 2025 nilai PDB kita berkisar US$ 3,8 sampai 4,5 triliun. Pendapatan per kapita juga berkisar US$ 12.900 sampai US$ 16.100. Itu Indonesia sebagai negara yang dikatagorikan pendapatan tinggi dan memiliki ekonomi besar," tutur Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana tersebut nantinya harus jelas untuk pengembangan di masing-masing sektor. Nanti akan ada klaster-klaster industri ada kawasan ekonomi khusus, dan sektor ekonomi apa yang akan dikembangkan. Infrastruktur pendukung dan konektivitas, sumber daya manusia, dan ilmu pengembangan," jelas Hatta.
Dikatakan dia, Indonesia mempunyai seluruh prasyarat untuk menjadi negara berpendapatan tinggi. "Indonesia punya seluruh prasyarat dari SDM, sampai iklum yang menunjang untuk mendukung Indonesia di garis depan ekonomi dunia," tegas Hatta.
Berdasarkan struktur kelautan dan di dekat Selat Malaka, Hatta mengatakan, Indonesia mempunyai banyak titik pintu gerbang ekonomi yang harusnya dikembangkan.
"Ini mendesak karena selama ini pelabuhan internasional kita hanya sebatas feeder. Ini kesempatan untuk meraih pendapatan, jadi kita harus cepat mengantisipasi. Atau kita bisa rugi US$ 3 sampai 4 miliar," tukas Hatta.
(dnl/ang)











































