Pertamina Hibahkan 67% Saham Geodipa ke Pemerintah

Pertamina Hibahkan 67% Saham Geodipa ke Pemerintah

Ramdhania El Hida - detikFinance
Selasa, 08 Feb 2011 17:05 WIB
Pertamina Hibahkan 67% Saham Geodipa ke Pemerintah
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menghibahkan saham PT Geodipa Energi kepada Pemerintah Republik Indonesia sebesar 67 persen atau senilai Rp 443,525 miliar atau US$ 44,325 juta.

Geodipa Energi didirakan pada 23 Mei 2002 oleh Pertamina dan PLN melalui penadatanganan Perjanjian Kerjasama tentang Pendirian Perusaaan Patungan di Bidang Panas Bumi dan Joint Development Agreement tentang Rencana Pengembangannya tahun 2002. Perusaaan ini didirikan untuk mengelola aset lapangan panas bumi di Dieng dan Patuha.

Komposisi kepemilikan saham pemerintah di GDE menjadi 67 persen senilai Rp 443,525 miliar atau US$ 44,325 juta dan sisanya 33 persen milik PLN atau setara Rp 218,475 miliar atau US$ 21,847 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertamina akan menghibahkan 66,67 persen kepada negara. Saham pada PLN belum dapat dihibahkan, karena dia tidak bisa megubah begitu saja portofolio utang luar negerinya," ujar Direktur Kekayaan Negara II Ditjen Kekayaan  Negara Arif Baharuddin dalam acara penandatanganan hibah Pertamina kepada negara di kantor DJKN, Selasa (8/2/2011).

Melalui penendatanganan hibah saham, Pertamina menyerahkan seluruh sahamnya di Geodipa Energi sehingga tidak lagi memiliki saham di perusahaan tersebut.

Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menyatakan, dengan adanya pemberian hibah itu maka Geodipa bisa menjadi BUMN yang siap bersaing dengan PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) yang sama-sama bergerak di sektor panas bumi. Namun, tentunya juga tidak menutup kemungkinan akan mampu menjadi mitra kerja yang baik bagi pengembangan bisnis tanah air.

"Diharapkan Geodipa bisa bersaing dengan PGE tapi tidak hanya bersaing melainkan juga menjadi mitra kerja," tanda Karen.

(nia/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads